Langsung ke konten utama

WORLD MENTAL HEALTH DAY'21

Kimoners, tau gak sih? Setiap tahunnya, bertepatan dengan tanggal 10 Oktober, diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau disebut World Mental Health Day.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pertama kali diperingati pada 10 Oktober 1992.

Pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun 2021 ini bertemakan “Mental Health In An Unequal World” atau “Kesetaraan Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua”. Isu yang diangkat adalah tentang upaya perawatan kesehatan jiwa atau mental  diperuntukkan kepada semua orang. 

Lantas, bagaimana sudut pandang dari Generasi Millenial sekarang ini. 
(Informasi ini berdasarkan hasil wawancara online)

Apa kata mereka tentang kesehatan mental? 

Yusril Mahesa, Mahasiswa 18 tahun. 
"Menurut saya kesehatan mental itu adalah ketika seseorang merasa tidak adanya permasalahan dihidupnya yang terasa berat dan tidak ada beban pikiran yang berat yang selalu dia pikirkan. Semua orang punya masalah tapi apakah kita akan terus berlarut-larut didalam masalah itu tentu tidak, jadi sekarang intinya terus lah bergerak maju ke depan dan cari lingkungan atau teman yang dapat memberi support sistem ke kita dan terus lakuin apa yang harus kita lakuin". 


Komentar

  1. Woahh iya bener tuhhh. Kesehatan mental itu penting banget. Karena mental dapat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang

    BalasHapus
  2. Kesehatan mental ga kalah penting dari kesehatan fisik

    BalasHapus
  3. Keren banget blognya KISAH MOTIVASI sangat bermanfaat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...