Langsung ke konten utama

100 PERSEN PTM, SIAPKAH KAMU?

KiMo-- Semenjak senin, 03 Januari 2022 banyak sekolah-sekolah di Indonesia, mulai dari jenjang TK hingga Perguruan tinggi, mengawali Januari ini dengan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara langsung. Penetapan tersebut ditetapkan oleh kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek dan Teknologi (Kemendikbudristek). Seperti yang dikutip dari kemendikbud.go.id, pelaksanaan kegiatan ini diutamakan pada daerah-daerah yang telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang dicantumkan dalam SKB 4.

Seperti yang telah diketahui, sudah sekitar 2 tahun lebih negeri ini dilanda pandemi COVID-19. Hingga hal itupun berakibat pada diberhentikannya aktifitas PTM. Lalu pembelajaran secara langsung diganti dengan pembelajaran secara online/daring.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, pemerintah berhasil menurunkan angka peningkatan penularan virus COVID-19. Kesempatan inipun dimanfaatkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk kembali mengizinkan pembelajaran tatap muka secara langsung. 

Siapkah kamu untuk melakukan PTM 100 persen? 

Meskipun kasus penularan virus COVID-19 telah menurun, bukan berarti kita dapat berlaku semaunya. Pembelajaran tatap muka secara langsung merupakan hal yang sangat dinanti-nanti oleh sebagian siswa-siswi di Indonesia. 

Maka dari itu, tetap patuhi protokol kesehatan yang ada. Menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak merupakan langkah kecil kita dalam mencegah penularan virus COVID-19. 

Mari gunakan kesempatan PTM 100 persen ini dengan sebaik mungkin.

Sebagai siswa-siswi yang baik, mari berprestasi, bertoleransi, dan bersosialisasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.


Penulis: Salsa (Kimoners) 

Sumber Gambar: Google

Komentar

  1. Seneng banget lhoo bisa PTM 100% . Tp belum bisa mengikuti nih min, soalnya PKL yekannnnnđŸ€Ș

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...