Langsung ke konten utama

MELAWAN RASA MALAS

KiMo--"Malas" Apa yang akan terbesit dalam fikiran kamu, jika mendengar kata tersebut? 

Menganggap kata itu adalah kamu banget? Kata yang perlu dimusnahkan? Atau apapun itu, pasti setiap insan di dunia ini pernah merasakannya.

Berdasarkan www.sehatq.com, malas adalah rasa tidak antusias atau enggan mengeluarkan usaha atau energi. Biasanya, rasa malas timbul akibat dari perasaan hati yang kurang baik, keadaan yang buruk, rasa kantuk berlebihan, kurangnya niat untuk melakukan sesuatu, dan masih banyak lagi. Apakah teman-teman juga merasa seperti itu? Lantas, bagaimana cara untuk melawan rasa malas? 

Menurut pengalaman pribadi penulis, rasa malas dapat kita taklukkan dengan beberapa langkah, yaitu;

1. Miliki Tujuan Yang Jelas

Dalam beragam konteks, tujuan selalu menjadi hal yang utama. Sebab tanpa tujuan, seseorang hanya akan lontang-lantung tidak jelas arahnya. Maka dari itu, tentukan tujuan untuk melakukan sesuatu. 

2. Tanamkan Niat Yang Kuat

Setelah memiliki tujuan yang jelas, maka langkah selanjutnya adalah menanamkan niat kuat dalam diri kita. Dengan begitu, diharapkan, dengan memiliki niat yang kuat kita dapat lebih bersemangat untuk menjalankan pekerjaan, aktivitas, atau tujuan awal kita. Misalnya nih, teman-teman ingin belajar matematika tetapi rasa malas menerjang kalian. Akhirnya, kalian pun memilih untuk menunda-nunda dalam belajar. Tetapi karena kalian memiliki tujuan dan juga niat yang kuat, maka teman-teman semua akan teringat untuk apa kalian belajar matematika, apa tujuan awal kalian belajar matematika, dan lain semacamnya. 

3. Lakukan dalam 5 menit

Nah, teman-teman, jika kalian malas melakukan sesuatu sehingga kalian menunda pekerjaan tersebut. Maka cobalah untuk melakukannya dalam 5 menit saja. Apabila kalian sudah merasa bosan atau lelah dalam 5 menit itu, maka kalian boleh beristirahat terlebih dulu. Namun cobalah untuk tetap konsisten, untuk melakukannya dalam 5 menit. Biasanya, kalian akan merasa seperti, "Ah, kurang nih. Lanjut sebentar lagi, deh." Maka dari itu, cobalah konsisten untuk melakukannya dalam 5 menit saja. 

4. Lakukanlah dengan senang hati

Apakah kalian adalah tipikal orang, yang biasa melakukan pekerjaan dengan mendengarkan musik atau semacamnya? Nah, teman-teman bisa nih, melawan rasa malas dengan hobi kalian. Biasanya, apabila kita melakukan suatu pekerjaan dengan suka, dengan ikhlas, dengan hal-hal yang kita sukai maka kita akan merasa enjoy dalam melakukannya. Maka dari itu, cobalah cari kesenangan dan buatlah menjadi menyenangkan apapun yang kamu kerjakan.

5. Sabar dan Perbanyak Introspeksi Diri

Sabar dan memperbanyak intropeksi diri juga sangat diperlukan. Sebab setiap orang, biasanya memiliki alasan dan pendapatan yang berbeda-beda.  Makanya, untuk melawan rasa malasmu, kamu harus tau sendiri tentang dirimu. Memperbanyak intropeksi diri sangatlah membantu. 

Wah! Bagaimana nih, semuanya? Apakah kalian juga merasakan seperti apa yang pernah penulis rasakan? Atau malah kalian sedang difase sangat malas melakukan sesuatu? Semoga saja, artikel ini dapat membantu teman-teman semua untuk melawan rasa malas itu. Atau mungkin, teman-teman memiliki langkah-langkah ataupun tips tersendiri?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

Cahaya Mughniiy Firdianto, Rifda Sholihah dan Eka Widaryanti Edukasi Siswa SMP Plus Darus Sholah Tentang Belajar Cerdas dan Dampak Media Sosial bagi Kesehatan Mental Remaja

  Jember, Oktober 2025 — Cahaya Mughniiy Firdianto, Rifda Sholihah dan Eka Widaryanti, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Batch 3 & 5, melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Belajar Cerdas di Era Digital dan Dampak Penggunaan Media Sosial bagi Kesehatan Mental Remaja” di SMP Plus Darus Sholah, Jember, yang diikuti oleh 30 peserta dari siswa pilihan dan OSIS. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman literasi digital secara lebih dalam, khususnya terkait bagaimana remaja dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk menunjang proses belajar. Eka menjelaskan strategi belajar cerdas di era digital, mulai dari manajemen waktu, pemanfaatan platform edukasi, hingga tips menghindari distraksi dari gawai dan media sosial. Selain aspek akademik, kegiatan ini juga menekankan dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Para peserta diajak memahami potensi risiko seperti kecemasan, tekanan sosial, fear of missing out (FOMO), hingga menurunnya konsentrasi b...