Langsung ke konten utama

YAKIN MASIH MAU INSECURE!

Hallo kimoners, Lo yang mampir ke blogspot ini, pasti Lo yg lagi insecure, down, dan masih suka ngeluh? Gak papa bro, itu semua manusiawi. Cuma kalo keterusan ya, bakal gak nyaman di diri kita lah. Tiap hari ngerasain penyakit hati sampe mau gerak aja takut sama omongan orang lain, murung dan malah gak mau bergaul.

Sebenernya insecure tiap orang itu beda-beda kan ya? Ada yg insecure karena pengen cantik, pengen punya outfit yang lagi trend, atau insecure karena pengen punya bakat atau kemampuan. Sebenernya insecure itu hal yang negatif bro! Karena insecure bakal mempengaruhi banget sama kehidupan sehari-hari kita, pergaulan kita, bahkan produktif kita. Enggak banget deh!

Oke daripada kebanyakan cingcong kesana kemari, gue mau kasih tau Lo suatu hal yang bakal bikin Lo malu kalo terus-terusan ngeluh kek anak bebek.

1. Kita ini robot.

Apa maksudnya? Sadar atau engga, kita ini robotnya Tuhan. Kita diciptakan, diberi umur dan bisa bertahan hidup ya karena fasilitas yang udah Tuhan kasih ke kita. Jadi intinya gini deh, kita hidup itu masih dalam kendali Tuhan, semua kebutuhan kita udah disiapin sama Tuhan. Trus kalo Lo masih ngerasa kurang, itu yg kurang nafsu Lo bro, bukan kebutuhan Lo. Jadi sekarang bedain mana kebutuhan dan mana keinginan.

2. Kita dikelilingi orang-orang baik.

Sekarang coba Lo liat kanan-kiri Lo dan Lo sebutin mereka pernah jahat apa aja ke Lo! Bingung kan? Ya iya lah. Sebenernya perlakuan orang lain ke Kita adalah timbal balik dari perlakuan kita ke orang lain. Karena gak akan ada akibat tanpa sebab. Trus apa hubungannya sama insecure? Gini, jadi hubungannya adalah insecure dengan pergaulan. Kalo Lo insecure, kemungkinan besar Lo bakal takut buat bergaul, minder dan banyak menyendiri. Itu semua Lo lakuin karena Lo berpikir orang-orang disekitar Lo selalu menuntut Lo harus sempurna. Padahal nyatanya enggak! Sekarang inget-inget lagi deh bro, apa pernah temen Lo sekelas nuntut Lo harus pake sepatu Converse biar boleh temenan? Mana ada guys! Contoh lain, misalkan Lo mau touring nih sama temen-temen Lo. Mungkin touring kumpulan orang-orang yang pake motor KLX deh, sedangkan motor Lo Astrea misalkan. Lo cari jalan lain dong bro, Lo bisa touring sama orang-orang yang bermotor klasik misalkan. Jadi Lo tetep bisa percaya diri gitu. Tempatin diri Lo senyaman mungkin deh intinya.

3. Sadar diri

Oke bro, mari kita ngaca! Gini, Lo yang pake swallow jangan bandingin sama mereka yang pake Adidas. Dalam artian Lo harus sadar sama batas kemampuan Lo sampe mana, jangan maksa diri sendiri apalagi sampe banting pintu biar keturutan, malu-maluin. Nah disini Lo bisa ubah prinsip Lo, dari yang "aku harus sama kaya mereka" menjadi "aku nyaman menjadi diri sendiri".

Contoh nih, Lo liat temen-temen Lo hunting pake kemeja bagus gitu kan, trus Lo cuma punya Hoodie. Yaudahah pake aja! Lo rasain aja Lo nyaman gak pake Hoodie, kalo nyaman yaudah gak usah nuntut buat beli kemeja.

Mungkin itu dulu deh guys, intinya kurangi insecure perbanyak bersyukur. Jangan lupa ibadah dan berdoa sekalipun Lo cuma pengen beli sepatu. Maksud gue jangan sombong sama tuhan kalo sama manusia aja masih insecure. 

Okee, semangat percaya diri guys! See you kimoners ❤️

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

Cahaya Mughniiy Firdianto, Rifda Sholihah dan Eka Widaryanti Edukasi Siswa SMP Plus Darus Sholah Tentang Belajar Cerdas dan Dampak Media Sosial bagi Kesehatan Mental Remaja

  Jember, Oktober 2025 — Cahaya Mughniiy Firdianto, Rifda Sholihah dan Eka Widaryanti, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Batch 3 & 5, melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Belajar Cerdas di Era Digital dan Dampak Penggunaan Media Sosial bagi Kesehatan Mental Remaja” di SMP Plus Darus Sholah, Jember, yang diikuti oleh 30 peserta dari siswa pilihan dan OSIS. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman literasi digital secara lebih dalam, khususnya terkait bagaimana remaja dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk menunjang proses belajar. Eka menjelaskan strategi belajar cerdas di era digital, mulai dari manajemen waktu, pemanfaatan platform edukasi, hingga tips menghindari distraksi dari gawai dan media sosial. Selain aspek akademik, kegiatan ini juga menekankan dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja. Para peserta diajak memahami potensi risiko seperti kecemasan, tekanan sosial, fear of missing out (FOMO), hingga menurunnya konsentrasi b...