Langsung ke konten utama

STOP MENJADI NETIZEN RED FLAG

Sobat Kimoners, tahukah kamu arti kata Red Flag? Dalam bahasa Inggris, Red Flag diartikan sebagai bendera merah. Red Flag sering digunakan untuk menandakan bahaya yang akan datang. 

Netizen Red flag merupakan perilaku berbahaya dan tanda-tanda  yang perlu diwaspadai dalam perilaku pengguna internet (netizen). Hal ini mencakup perilaku online yang dapat merugikan diri sendiri, orang lain, atau komunitas secara keseluruhan. 

Salah satu praktik berbahaya adalah menyebarkan informasi palsu. Di era informasi, kebenaran adalah mata uang yang paling berharga. Namun, banyak dari kita yang terjebak dalam perang informasi yang tiada henti di jejaring sosial, menyebarkan berita palsu tanpa verifikasi. Sebaiknya kita hentikan kebiasaan ini dan mulai mengecek sumbernya sebelum membagikan informasi. 

Selain itu, mari hentikan  doxxing, pengungkapan informasi pribadi orang lain tanpa izin. Privasi adalah hak asasi manusia yang harus dihormati, bahkan di ruang digital. Sebagai pengguna Internet yang bertanggung jawab, kita harus menghormati privasi orang lain dan juga privasi kita  sendiri. 

Ini waktunya untuk berhenti menjadi tanda bahaya dan mulai mengubah diri sendiri. Mari kita membangun etika digital yang kuat di mana rasa hormat dan penghargaan terhadap orang lain mendasari perilaku kita. Dengan mencegah perilaku negatif, kita dapat menciptakan lingkungan online yang aman, mendukung, dan menginspirasi bagi semua pengguna internet. Mari kita bersama-sama menciptakan dunia digital yang lebih baik dan memastikan Internet tetap menjadi tempat yang mendidik, menghibur, dan memberdayakan  semua orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...