Langsung ke konten utama

TIPS HADAPI ACADEMIC BURNOUT

Pendidikan adalah perjalanan seumur hidup untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Namun, terlalu banyak tekanan dalam lingkungan akademis dapat menyebabkan kelelahan.

Academic Burnout adalah keadaan kelelahan emosional, mental, dan fisik yang disebabkan oleh stres akademik yang berlebihan. Hal ini bisa terjadi pada  siswa, pelajar atau bahkan  pendidik. Gejalanya antara lain kelelahan terus-menerus, kehilangan minat dan motivasi belajar, serta penurunan prestasi akademik. 

Menghadapi burnout, penting untuk mengambil tindakan pencegahan dan membantu #SobatKimoners menghindari kelelahan belajar yang berlebihan. Berikut  beberapa tips yang dapat membantu mengatasi kelelahan sekolah:

1. Kenali gejala kelelahan

Pertama-tama, penting untuk mengenali gejala-gejala kelelahan. Jika Sobat Kimoners sering merasa  lelah, kehilangan minat belajar, dan merasa tidak efektif dalam belajar,  bisa jadi ini merupakan tanda-tanda burnout. Mewaspadai gejala-gejala ini adalah langkah awal menuju pemulihan.  

2. Kelola waktu Anda dengan bijak

Manajemen waktu yang efektif sangat penting untuk mengurangi stres belajar. Buatlah jadwal yang realistis dengan waktu istirahat yang cukup, rekreasi, olahraga, dan tidur yang cukup.

3. Memberikan dukungan sosial

Berbagi beban dengan teman, keluarga, atau konselor dapat meringankan beban emosional. Jangan sungkan untuk meminta bantuan ketika Sobat Kimoners merasa kewalahan. Membicarakan perasaan Anda dengan orang yang peduli dapat membantu meringankan tekanan.

4. Tetapkan batasan

Belajarlah untuk mengatakan tidak. Terimalah bahwa sobat Kimoners tidak bisa melakukan segalanya. Tetapkan batasan yang realistis untuk diri sendiri dan jangan ragu untuk menolak tugas atau komitmen tambahan jika sobat kimoners merasa terlalu lelah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...