Langsung ke konten utama

PUISI ING NGARSA SUNG TULADHA KARYA EVELYN GABRIELLA SULIANTORO

Ing Ngarsa Sung Tuladha

Karya: Evelyn Gabriella Suliantoro


Desir menyisir rintik-rintik getir :

tersingkir, terkucil, terkecil

Dahaga membuana, asma meronta meminta asa

Kidung terselubung bingung yang membumbung

Kefanaan arah dan rumah akhirnya tersandung


Kala kering kerontang mengekang kata merdeka

Tanpa bambu runcing pun kebodohan dilawannya

“Tiada buta yang memadamkan terang!”

Teriaknya menyerak serak di arak gundah menyesah


Menggenapi ganjilnya teka-teki dunia

Buaian cinta mendekap anak manusia

Kalbu disisipkan dalam lembar buku

Jasa dan gigihnya menjelma bubuk mesiu

Seteru membiru di selongsong peluru

Menolak luluh walau bercucur peluh,

Tiada gugur kala dijamur umur


Waktu sepanjang masa terlalu malu untuk luruh

Kelana namanya tak terganti layar sentuh

Bersua cita mengukir pertiwi di langit biru

Walau tak disebut buku, ia akan tetap menjadi guru


Yogyakarta, 21 November 2023


Biografi Penulis

Evelyn Gabriella Suliantoro atau yang akrab disapa Evelyn lahir di Kota Yogyakarta pada 30 Desember 2004 silam dengan peran sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Walaupun kini sudah berstatus sebagai mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada sejak tahun 2022, kecintaannya pada dunia sastra termasuk cipta puisi tidak pernah luntur oleh waktu dan usia. Sejak usia belia, ia sering mengirimkan karyanya ke koran dan mengikuti beberapa acara penerbitan antologi. Bahkan, sampai ia lulus dari pendidikan SMA-nya di SMA Negeri 1 Yogyakarta pun, ia tetap mengikuti event kepenulisan untuk mengasah bakatnya di tengah jabatannya sebagai wakil divisi band paguyuban seni di Fakultas Teknologi Pertanian. Baginya, menulis adalah dunianya, salah satu hobi yang sering dilakukannya di samping bermain musik dan membaca. Jika ingin bekerja sama atau menjalin relasi, ia dapat dihubungi melalui email lyngabriel3012@gmail.com 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...