Langsung ke konten utama

PUISI TERUNTUK KEJORA YANG PANTANG REDUP KARYA BUDIANTO SUTRISNO

Teruntuk Kejora yang Pantang Redup

Karya Budianto Sutrisno


Tak pelak, kau adalah sosok yang dikupas bahas Kahlil Gibran

penyair kondang Lebanon yang sering diwaritakan oleh ayahanda tercinta

kau mengajar diri sendiri sebelum mengajar orang lain

kau mengajar dengan teladan, bukan dengan sekadar untaian kata-kata

itu sebabnya, sejak sua pertama denganmu

aku mengagumimu, kagum akan pengetahuan, karisma, dan makrifatmu

aku yang murba dan naif ingin menjadi seperti dirimu

betapa kau jadi ruah berkah adab dan ilmu bagi beribu anak bangsa

Guru, dengan hati seluas samudra, kau mengajariku

dengan sejuk senyum, kau membimbingku

dari dirimu, aku belajar apa sejatinya arti tulus

dari dirimu, aku mengerti apa makna ikhlas

dari dirimu, aku memahami apa yang dinamakan berkorban

semua demi keberhasilan anak didikmu

yang menurutmu, kelak jadi pilar hari depan bangsa


Guru, bagiku kau adalah kejora yang pantang redup

suar terangmu mengusir kegelapan di ranah pikir dan hati

sehingga kebodohan dan kemalasan tersingkir pergi

tiada hari tanpa bakti setiamu

tiada lafaz seindah tutur kata dan wejanganmu

tiada keluh dan letih dalam taburkan benih kasih

tanpa dirimu, kami tetap emprit mungil, tak mungkin melanglang seperti rajawali


Guru, lencana kencana seindah apa pun tak ’kan sebanding dengan jasamu

aku sungguh terharu, dalam kesederhanaan kau pancarkan kemuliaan

aku hanya bisa berterima kasih kepadamu

sekaligus bersyukur dan melangitkan munajat ke hadirat Sang Maha

kiranya kejoramu semakin menerangi jagat wiyata mandala

untuk meneguh-kukuhkan pilar hari depan bangsa


Jakarta, 14 November 2023


Biografi Penulis

 

Budianto Sutrisno kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah. Menekuni karier sebagai guru selama 20 tahun di  sekolah swasta di Jakarta. Di tengah kiprahnya dalam dunia pendidikan, ia menyempatkan diri menulis sejumlah puisi, cerpen, dan esai. Beberapa di antaranya telah memenangi sejumlah lomba tingkat nasional dan internasional. Dapat dihubungi melalui WA: 0811829960.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...