Langsung ke konten utama

KELAS INSPIRATIF BUDAYA DI SDN 3 WAY URANG KALIANDA, LAMPUNG SELATAN.

Pada hari Senin, 28 Oktober 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Duta Motivator Pendidikan Indonesia mengadakan sebuah Kelas Inspiratif Budaya di SDN 3 Way Urang, Kalianda, Lampung Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 18 siswa-siswi sekolah dasar dengan antusiasme yang tinggi. Sebagai bagian dari perayaan nilai-nilai pemuda yang memperjuangkan persatuan dan semangat cinta tanah air, kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak akan kekayaan budaya Nusantara, khususnya budaya Lampung.

Kelas inspiratif ini tidak hanya memberikan pandangan umum mengenai keragaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan siswa pada budaya di lingkungan sekitar mereka, yaitu budaya Lampung. Di provinsi ini, terdapat dua suku utama: Pepadun dan Saibatin. Sayangnya, banyak masyarakat, termasuk anak-anak, yang belum memahami perbedaan mendasar antara kedua suku tersebut. Melalui kegiatan ini, Duta Motivator Pendidikan Indonesia mengedukasi anak-anak sejak dini untuk mengenal dan menghargai perbedaan budaya di sekitar mereka.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengedukasi anak-anak tentang keberagaman budaya Indonesia, khususnya budaya Lampung. Dengan pemahaman lebih dalam tentang suku-suku di sekitar mereka, diharapkan anak-anak tumbuh dengan rasa bangga dan menghargai warisan budaya Nusantara. Selain itu, mereka juga diajak untuk menanamkan nilai-nilai toleransi terhadap perbedaan yang ada di masyarakat.

Kegiatan Kelas Inspiratif Budaya ini membawa harapan besar agar generasi muda, terutama di wilayah Lampung, lebih mengenal dan menghargai budaya serta suku yang ada di sekitarnya. Melalui edukasi ini, Duta Motivator Pendidikan Indonesia ingin menumbuhkan kesadaran budaya dan sikap toleransi pada anak-anak sejak dini, yang kelak menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang bersatu dalam keberagaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...