Ngombakan, 15 Juli 2025 – Pemerintah Desa Ngombakan bersama Duta Motivator Pendidikan Indonesia sukses menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Pendidikan Karakter Anti Korupsi untuk Remaja di Era Digital” pada Selasa (15/7), bertempat di Balai Kelurahan Desa Ngombakan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Karang Taruna se-Desa Ngombakan dengan semangat tinggi dalam membangun kesadaran integritas sejak dini.
Acara ini menghadirkan dua sosok inspiratif sebagai narasumber, yakni Ilyasa Miftah (Duta Genre Sukoharjo 2025) sebagai pemantik semangat remaja, dan Agita Asri Kusumawardani (Duta Motivator Pendidikan Indonesia Batch 4 2025), sebagai pemateri utama.
Ketua Karangtaruna se Ds Ngombakan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. “Kami sangat bangga dan terbantu dengan hadirnya Duta Nasional seperti Agita dan Ilyasa. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi bentuk nyata dari pendidikan karakter yang dibutuhkan generasi muda kita,” ucapnya.
Dalam sesi pemantik, Ilyasa mengajak para peserta untuk memahami pentingnya menjaga nilai kejujuran dan tidak membiarkan “kebiasaan kecil” seperti mencontek atau titip absen menjadi bibit dari praktik korupsi di masa depan. “Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Kita harus jujur mulai dari hal-hal kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Agita dalam sesi utamanya menyampaikan 9 Nilai Dasar Anti Korupsi: jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, sederhana, mandiri, adil, berani, dan peduli. Ia menjelaskan bagaimana nilai-nilai ini dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari remaja, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang penuh distraksi dan godaan manipulasi data atau informasi. “Korupsi tidak dimulai dari kantor, tapi dari cara berpikir yang permisif terhadap ketidakjujuran,” tegas Agita.
Sebagai mahasiswa FKIP UMS dan aktivis pendidikan, Agita menekankan pentingnya integritas sejak usia sekolah. Ia juga mengajak peserta untuk membedah praktik-praktik korupsi mikro dalam dunia remaja, seperti manipulasi data tugas, plagiat, budaya pamer harta, hingga sikap apatis terhadap ketidakadilan sosial.
“Korupsi bukan hanya soal uang negara. Ketika kita tidak jujur dalam tugas sekolah, atau membiarkan ketidakadilan terjadi, kita sedang membuka jalan bagi korupsi,” terang Agita di hadapan peserta yang antusias.
Materi yang disampaikan menggunakan pendekatan visual interaktif yang dapat diakses publik melalui platform Canva, menjadikan proses edukasi terasa lebih dekat dan menyenangkan. Kegiatan ini ditutup dengan deklarasi bersama peserta untuk menjadi “Remaja Anti Korupsi”, sebagai wujud komitmen nyata dalam membangun masa depan yang lebih bersih dan berintegritas. Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Desa Ngombakan berharap dapat menanamkan nilai-nilai karakter kuat kepada generasi muda sebagai benteng utama melawan segala bentuk korupsi di masa depan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari misi Duta Motivator Pendidikan Indonesia dalam membangun generasi muda yang cerdas secara intelektual dan berkarakter kuat dalam integritas moral. Semoga semangat anti korupsi ini terus tumbuh dan menular ke seluruh penjuru negeri
dan menular ke seluruh penjuru negeri.

Bagus program nya kak. Membantu para remaja di era digital ini, supaya lebih berhati" dalam kehidupan sehari" dan lebih memperhatikan lagi lingkungan sekitar, supaya terbebas dari korupsi.
BalasHapusDi era sekarang ini program seperti ini itu sangat bagus, karena kita dapat terbantu oleh beberapa materi yang disampaikan para motivator untuk kita selalu berhati" untuk kedepannya, dan menjadikan generasi lebih baik lagi untuk kedepannya
BalasHapus