Langsung ke konten utama

Cegah Pernikahan Dini, Azki Shafaat Az Zahra Duta Motivator Pendidikan, Dorong Siswa SMK Walisongo Rambipuji Fokus pada Pendidikan dan Cita-Cita

 

Azki Shafaat Az Zahra, Duta Motivator Pendidikan Indonesia, melaksanakan program sosialisasi pencegahan pernikahan dini di SMK Walisongo Rambipuji, Jember, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa kelas XI dan XII dengan tujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan, karier, serta dampak negatif dari pernikahan dini.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak untuk memahami faktor-faktor penyebab terjadinya pernikahan dini, baik dari sisi internal maupun eksternal. Selain itu, Azki juga menjelaskan dampak pernikahan dini terhadap masa depan, mulai dari risiko kesehatan, kendala ekonomi, hingga tingginya angka perceraian yang kerap muncul akibat pernikahan yang dilakukan tanpa kesiapan matang.

“Masa muda bukan untuk menikah, tetapi untuk menuntut ilmu dan meraih cita-cita. Pendidikan adalah bekal terbaik untuk masa depan yang lebih baik,” tegas Azki saat menyampaikan materi.

Melalui program ini, diharapkan siswa dapat lebih menyadari pentingnya melanjutkan pendidikan atau meniti karier sebagai jalan untuk membangun masa depan yang kokoh. Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan untuk mengubah pola pikir budaya yang masih menganggap pernikahan dini sebagai solusi atas permasalahan ekonomi maupun sosial.

Dengan pemahaman yang lebih luas, para siswa diharapkan mampu mengambil keputusan bijak, menunda pernikahan dini, serta fokus pada pengembangan diri, pendidikan, dan pencapaian cita-cita.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...