Langsung ke konten utama

Rizka Azzahra, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Sosialisasi “Stop Bullying dan Mengenal Perasaan Sesama” di SDN 060925 Medan

Medan, 7 November 2025 — Dalam rangka membangun karakter positif dan kepedulian sosial sejak dini, Rizka Azzahra selaku Duta Motivator Pendidikan Indonesia melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Stop Bullying dan Mengenal Perasaan Sesama” di SDN 060925, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 30 siswa-siswi kelas 4 ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kepada anak-anak mengenai dampak negatif dari perilaku bullying, serta pentingnya memahami dan menghargai perasaan orang lain.

Dalam sesi interaktif, Rizka memperkenalkan berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti ejekan, pengucilan, maupun kekerasan fisik dan verbal. Para siswa juga diajak untuk berbagi pengalaman serta belajar cara menolak dan melaporkan tindakan bullying dengan cara yang bijak. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya mengenal dan mengelola perasaan sendiri, agar anak-anak mampu mengekspresikan emosi secara sehat tanpa menyakiti orang lain. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, sosialisasi ini memberikan pemahaman bahwa setiap anak berhak merasa aman, diterima, dan dihargai di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, Rizka Azzahra berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif, penuh empati, serta bebas dari tindakan perundungan.

                                

Komentar

  1. masalah bullying memang kerap sekali terjadi, maka dari itu edukasi dan sosialisasi seperti ini sangat dibutuhkan dari sejak dini. ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk mereka, keren!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...