Langsung ke konten utama

Sejumlah Anak MDTA Al Ihsan Koto Tuo Antusias Berlatih Karate dalam Program DMPI “Shujaa’ Kids"

 

Minggu, 19 Oktober 2025, Kegiatan pelatihan bela diri dalam program inovasi Duta Motivator Pendidikan Indonesia, “Shujaa’ Kids: Bela Diri Shubuh”, resmi dimulai pada Minggu, 19 Oktober 2025, di Lapangan SMA IV Koto. Sebanyak 16 anak mengikuti latihan dasar karate yang dipandu oleh Indah Gusti Safitri, selaku atlet karate berasal dari Sumatera barat.

Pada kegiatan pertemuan pertama, peserta diajak melakukan pemanasan dan mengenal gerakan dasar, seperti kuda-kuda gedan barai, chudan zuki (pukulan ke arah ulu hati atau perut), dan tangkisan ude uke. Anak-anak tampak antusias mengikuti arahan instruktur. Meski beberapa masih berhati-hati, suasana latihan tetap menyenangkan dan kondusif. 

Memasuki pertengahan sesi, semangat dan kepercayaan diri peserta mulai meningkat. Anak-anak mengikuti gerakan dengan ritme lebih mantap dan menunjukkan fokus yang lebih baik. Menurut instruktur, mereka baru akan diminta memperagakan gerakan secara mandiri pada pertemuan kedua setelah seluruh materi dasar benar-benar dikuasai.

Salah satu peserta, Akila (10) mengatakan “Latihannya seru, Kak. Aku jadi lebih berani. Aku ikut karena sering dibully dan ingin lebih percaya diri,” ujarnya.

Program “Shujaa’ Kids” diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk membangun keberanian, kedisiplinan, dan rasa percaya diri. Pihak MDTA Al Ihsan Galudua optimistis program ini akan memberikan dampak baik bagi perkembangan karakter peserta pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Komentar

  1. Masyaallah tabarakallah, sangat seru sekali program kegiatan nya kak.

    BalasHapus
  2. Semangat semuanyaa, kegiatan yg sangat seru dan menyenangkan!

    BalasHapus

  3. “Luar biasa! Anak-anak antusias dan progresnya sudah terlihat sejak pertemuan pertama.”

    BalasHapus
  4. sangat luar biasa mampu memotivasi banyak anak anak semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan selalu terus menyebarkan kebaikan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...