Langsung ke konten utama

Husnul Khotimah, Duta Motivator Pendidikan Indonesia, turut menghadiri kegiatan Launching Pekan Literasi Bahasa Isyarat

 

Palembang, 15 Januari 2026 — Duta Motivator Pendidikan Indonesia, Husnul Khotimah, turut menghadiri kegiatan Launching Pekan Literasi Bahasa Isyarat dalam rangka memperingati Hari Tuli Nasional yang diperingati setiap 11 Januari. Kegiatan peluncuran ini secara resmi dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, dan dilaksanakan di Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (15/1/2026).

Peluncuran Pekan Literasi Bahasa Isyarat tersebut turut didampingi oleh Duta Literasi Sumatera Selatan, Hj. Ratu Teny Leriva HD, M.M., serta menjadi simbol nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kesetaraan dan inklusivitas bagi penyandang disabilitas, khususnya komunitas Tuli, melalui penyediaan akses komunikasi yang lebih terbuka di ruang publik.

Kegiatan ini menjadi ruang edukatif dan inklusif yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenal serta memahami bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi yang setara bagi teman Tuli, sekaligus menumbuhkan empati dan kesadaran akan pentingnya keberagaman dalam kehidupan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap literasi bahasa isyarat tergolong tinggi. Hal tersebut tercermin dari besarnya partisipasi masyarakat dalam kelas-kelas bahasa isyarat yang telah dilaksanakan sebelumnya. Ia berharap, Pekan Literasi Bahasa Isyarat yang berlangsung pada 15–23 Januari 2026 ini dapat menjadi wadah edukasi sekaligus kampanye kesadaran publik tentang pentingnya komunikasi yang inklusif.

Melalui kehadiran Duta Motivator Pendidikan Indonesia dalam kegiatan ini, diharapkan semangat literasi inklusif semakin meluas serta mampu menginspirasi generasi muda untuk berani belajar, peduli, dan berkontribusi dalam menciptakan ruang pendidikan yang ramah bagi semua.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...