Langsung ke konten utama

Menanam Benih Peradaban dari Masjid: Kisah Haru dan Bangga di Balik Goresan Keberanian Dream Up Duta Motivator Pendidikan 2026

Penulis : Lum Catun Nasiroh

SEMARANG – Suasana Masjid Nurul Qomariah, Pedurungan, mendadak riuh dengan gelak tawa dan semangat anak-anak pada Rabu sore (18/02/2026). Hari itu, mereka berkumpul bukan sekadar untuk mengaji, melainkan untuk merajut harapan melalui program inovasi bertajuk "DREAM UP: Goresan Keberanian, Wujudkan Mimpi".

Kegiatan ini lahir dari kolaborasi apik antara TPQ Masjid Nurul Qomariah, PK IMM AR Fachruddin Unimus, dan Lum Catun Nasiroh selaku Duta Motivator Pendidikan Indonesia. Fokus utamanya adalah menanamkan literasi mimpi dan penguatan karakter sejak dini melalui pendekatan yang religius dan interaktif.

Spirit Religius dan Keceriaan

Acara dibuka dengan syahdu melalui pembacaan Asmaul Husna, memberikan fondasi spiritual sebelum anak-anak diajak mengenali potensi diri. Suasana semakin hidup saat sesi Ice Breaking (Energizer) dimulai. Teriakan semangat dan tawa memenuhi ruangan, memecah kecanggungan antara peserta dan para mentor.

Goresan Keberanian di Atas Kertas

Memasuki sesi inti, Lum Catun Nasiroh memberikan pemaparan materi yang sangat menggugah. Ia menekankan bahwa mimpi bukanlah sekadar khayalan, melainkan "kompas" hidup yang harus diperjuangkan dengan nyali yang besar.

"Setiap anak punya hak untuk bermimpi setinggi langit. Tugas kita adalah memberikan mereka keberanian untuk menggoreskan mimpi itu dan meyakinkan mereka bahwa tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan," ujar Lum Catun Nasiroh dengan penuh semangat.

Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi tanya jawab. Beberapa di antaranya dengan lantang menceritakan cita-citanya, mulai dari menjadi guru, dokter, hingga pemimpin masa depan yang amanah. Sinergi untuk Generasi Muda Kehadiran PK IMM AR Fachruddin Unimus memberikan energi tambahan. Para aktivis mahasiswa ini turun langsung mendampingi anak-anak, membuktikan bahwa semangat Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) sangat efektif jika diwujudkan dalam aksi nyata di bidang pendidikan.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bersinergi. Ini adalah langkah awal untuk menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda kita agar mereka siap menghadapi tantangan zaman," ungkap salah satu perwakilan panitia. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, di mana wajah-wajah ceria para peserta menjadi simbol optimisme baru bagi masa depan di wilayah Pedurungan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...