Langsung ke konten utama

UP-SKILL HUB: Sinergi Duta Motivator dan 2 Aktivis Organisasi Bongkar Rahasia Jadi Mahasiswa "Tidak Biasa"

 

Penulis : Lum Catun Nasiroh

SEMARANG – Menjadi mahasiswa yang sekadar lulus dengan IPK tinggi kini dianggap sudah biasa. Tantangan dunia kerja dan pengabdian masyarakat menuntut profil yang lebih kompleks: cerdas akademik, matang dalam organisasi, dan kuat dalam karakter religi. Menjawab kebutuhan tersebut, Up-Skill Hub menggelar Talkshow inspiratif bertajuk "Tinggalkan Cara Biasa, Jadilah Mahasiswa yang Tidak Biasa" pada Kamis malam (19/01/2026).

Acara yang digelar secara daring via Zoom Meeting ini menghadirkan sinergi luar biasa dari tiga tokoh mahasiswa aktivis sekaligus mahasantri terbaik Unimus angkatan 2023/2024. Mereka adalah Lum Catun Nasiroh (Duta Motivator Pendidikan Indonesia 2026), Qonita Kamilatuz Zahra, dan Fahmi Ihsan.

Bongkar Rahasia "The Extraordinary Student"
Dipandu oleh moderator M. Habib Fanani, diskusi mengalir tajam membedah bagaimana ketiga narasumber ini mampu menyeimbangkan peran yang sering dianggap mustahil untuk berjalan beriringan. Lum Catun Nasiroh, yang juga dikenal sebagai Content Creator dan Musyrifah, memberikan insight mendalam bahwa kunci utama bukanlah mengelola waktu, melainkan mengelola prioritas.

"Mahasiswa 'tidak biasa' adalah mereka yang berani keluar dari zona nyaman. Kita punya tanggung jawab ganda: sebagai akademisi di kampus, penggerak di organisasi, dan penjaga nilai di pesantren. Sinergi ketiganya adalah kunci personal branding yang tak terkalahkan," ujar Lum Catun.

Empat Insight Utama untuk Mahasiswa Masa Kini
Dalam acara ini, Up-Skill Hub menyuguhkan empat poin bahasan strategis yang menjadi bekal penting bagi peserta:

Sinergi Keorganisasian: Mengubah organisasi dari sekadar tempat berkumpul menjadi laboratorium kepemimpinan dan pembentuk soft skill profesional.

Mastery of Time Management: Teknik membagi fokus antara tugas kuliah yang padat, jadwal rapat organisasi, dan kewajiban mengaji tanpa terkena burnout.

Mindset Mahasiswa "Tidak Biasa": Mendorong mahasiswa untuk membangun Unique Selling Point (USP) agar memiliki daya saing tinggi setelah lulus.

The Barakah Factor: Tips eksklusif meraih predikat Mahasantri Terbaik dengan mengandalkan kedisiplinan dan adab sebagai fondasi kesuksesan.

Kehadiran narasumber dengan latar belakang Duta Motivator dan aktivis ini memberikan energi baru bagi para mahasiswa untuk berhenti menjadi "Kupu-Kupu" (Kuliah-Pulang) dan mulai menjadi mahasiswa yang berdampak. Up-Skill Hub berharap acara ini menjadi titik balik bagi mahasiswa untuk meng-upgrade skill dan mentalitas mereka.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amelia Puja Anggrainy, Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gelar Sosialisasi “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang.

Merawang, 28 April 2025 — Dalam upaya menanamkan semangat belajar dan pentingnya pendidikan sejak dini, Amelia Puja Anggrainy , perwakilan Duta Motivator Pendidikan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung , menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Pentingnya Belajar dan Melanjutkan Pendidikan” di SDN 14 Merawang , Senin, 28 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Duta Motivator Pendidikan Indonesia yang diinisiasi oleh Kisah Motivasi  untuk menumbuhkan kesadaran pendidikan di kalangan pelajar, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan motivasi belajar. Dalam sosialisasi tersebut, Amelia mengajak para siswa untuk berani bermimpi, giat belajar, dan tidak menyerah dalam mengejar pendidikan setinggi mungkin.

KISAH EKA AGUSTIYANA, SANG JUARA YANG HAUS PRESTASI

Gelombang cerah mewarnai pagi hari, bagaikan energi baru untuk melangkah ke babak baru dalam kehidupan. Di balik mentari yang menjelajahi cakrawala, terbentang kisah inspiratif Eka Agustiyana, pemuda asal Sumedang yang menapaki jalan penuh prestasi di Gresik. Sejak kecil, Eka dibesarkan dengan nilai-nilai semangat kreativitas dan perilaku adaptif oleh orang tuanya. Dua pilar ini menjadi pondasi kuat yang mengantarkannya hingga saat ini. Jiwa berprestasinya sudah terlihat sejak dini, terbukti dengan raihan Nilai UN Tertinggi ke-3 di sekolah dasar. Semangatnya untuk terus belajar dan berkembang diwujudkan dengan mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun non-akademik. Memasuki sekolah menengah pertama, semangat Eka tak pernah padam. Ia kembali mengukir prestasi dengan meraih piagam penghargaan prestasi akademik dari SMP Negeri 1 Sumedang. Eka juga aktif mengikuti berbagai perlombaan, termasuk perwakilan Math Olympiad Sumedang. Meski diwarnai kegagalan, pengalaman ini menjadi bat...

NAMIRA ZAINA SIREGAR, PEREMPUAN DOWN SYNDROME YANG MENEMBUS STIGMA LEWAT PANGGUNG DAN PRESTASI

  Di tengah masyarakat yang masih sering memandang sebelah mata penyandang disabilitas intelektual, sosok Namira Zaina Siregar hadir sebagai bukti nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan bersinar. Sebagai individu dengan down syndrome, Namira tidak hanya mampu berdiri di atas kakinya sendiri, tetapi juga menginspirasi banyak orang melalui seni tari dan dunia modeling. Namira dikenal sebagai penari profesional yang kini tengah mempersiapkan diri untuk tampil dalam pertunjukan kolaborasi internasional antara penari down syndrome dari Singapura dan Australia. Pementasan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura. Bagi Namira, panggung bukan sekadar tempat tampil, tetapi ruang pembuktian bahwa dirinya bisa melampaui batasan yang kerap disematkan oleh masyarakat. Tidak hanya di dunia tari, Namira juga bersinar sebagai model. Ia pernah tampil di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week (JFW), membawakan busana rancangan desainer nasional. Ia jug...